Desa Kandangrejo, Grobogan, 01 November 2025 – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ahmad Dahlan FTIK Universitas Muhammadiyah Semarang resmi menutup rangkaian panjang Sekolah Perempuan Plus 2025 di Desa Kandangrejo, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, dengan menggelar kegiatan Wisuda Sekolah Perempuan Plus 2025.
Kegiatan ini menjadi puncak dari seluruh rangkaian program pemberdayaan perempuan desa, yang telah berjalan selama beberapa bulan dengan fokus pada peningkatan keterampilan di bidang tata rias dan pengolahan bawang merah.

Dari total 56 peserta yang terdaftar, sebanyak 48 perempuan berhasil dinyatakan lulus dengan memenuhi kriteria dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Sekolah Perempuan Plus 2025.
Ketua Tim Pelaksana, Reffi Naufal Setiawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata keberhasilan program dalam menumbuhkan potensi dan kepercayaan diri perempuan desa.
“Wisuda ini bukan sekadar seremonial, tetapi simbol keberhasilan ibu-ibu Desa Kandangrejo dalam menempuh proses belajar, berlatih, dan bertransformasi menjadi perempuan tangguh yang siap berdaya secara ekonomi dan sosial,” ujar Reffi.
Kepala Desa Kandangrejo, Widi Rifa’i, S.Sos, turut memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi tim mahasiswa dan antusiasme peserta.
“Kami bangga dengan ibu-ibu Desa Kandangrejo yang begitu semangat belajar dan berkembang. Terima kasih juga untuk IMM Ahmad Dahlan dan Unimus yang telah menghadirkan program nyata yang sangat bermanfaat bagi masyarakat kami,” tutur Widi.
Perwakilan dari Kecamatan Klambu, Sukarno, juga menegaskan bahwa program semacam ini harus terus didorong karena memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Sekolah Perempuan Plus adalah contoh konkret sinergi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat desa. Ini bukan hanya pelatihan, tapi investasi sosial jangka panjang bagi pemberdayaan perempuan,” ungkap Sukarno.
Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Semarang, Dr. Eny Winaryati, M.Pd, menyampaikan kebanggaannya terhadap capaian mahasiswa dalam menjalankan misi pengabdian kepada masyarakat.
“Program ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di kampus, tetapi juga hadir di tengah masyarakat membawa perubahan. Unimus akan terus mendukung inisiatif yang menguatkan kapasitas sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Grobogan, Indartiningsih, S.Sos., M.M., mengungkapkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan misi pemerintah daerah dalam mewujudkan perempuan berdaya dan produktif.
“Kami melihat Sekolah Perempuan Plus sebagai program inspiratif yang nyata hasilnya. Ibu-ibu tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga mental kewirausahaan yang kuat,” jelasnya.
Senada dengan itu, perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah, Devita Ayu Mirandati, S.E., M.Si, menekankan pentingnya tindak lanjut pasca pelatihan agar produk lokal dapat terus berkembang.
“Ke depan, kami siap membantu dalam hal pengemasan, perizinan, dan pemasaran produk olahan bawang merah dari Desa Kandangrejo agar bisa masuk pasar yang lebih luas,” tutur Devita.

Salah satu peserta yang diwisuda, Ibu Sulastri, juga menyampaikan rasa bangganya.
“Saya tidak pernah menyangka bisa ikut program seperti ini, apalagi sampai diwisuda. Sekarang saya punya keahlian dan keberanian untuk membuka usaha sendiri. Terima kasih untuk IMM Ahmad Dahlan dan semua pihak yang sudah membimbing kami dari awal,” ujarnya dengan penuh haru.
Kegiatan wisuda ini berlangsung hangat dan penuh kebanggaan, dihadiri oleh pemerintah desa, mitra puskesmas, ormawa kolaborator, serta masyarakat setempat. Momen ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang pemberdayaan perempuan yang berdampak nyata bagi peningkatan kapasitas dan kesejahteraan warga desa.
Melalui Sekolah Perempuan Plus 2025, para perempuan Desa Kandangrejo tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga pengetahuan kewirausahaan, pengelolaan usaha, serta penguatan karakter dan peran sosial. Dengan bekal tersebut, program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi keluarga sekaligus memperkuat kontribusi perempuan desa dalam pembangunan lokal.