Desa Kandangrejo, Grobogan, 18 Oktober 2025 – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ahmad Dahlan FTIK Universitas Muhammadiyah Semarang kembali melanjutkan rangkaian Sekolah Perempuan Plus 2025 di Desa Kandangrejo, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan.

Pada Chapter ke-18 kali ini, kegiatan sedikit berbeda dari sesi sebelumnya karena berfokus pada pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah, yang diinisiasi langsung oleh tim pelaksana PPK Ormawa IMM Ahmad Dahlan. Program ini merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap kesehatan masyarakat, khususnya bagi peserta Sekolah Perempuan Plus dan warga sekitar desa.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menggandeng Puskesmas Klambu dan PMI Kabupaten Grobogan sebagai mitra utama. Warga mendapatkan berbagai layanan seperti pengecekan tekanan darah, kadar gula, kolesterol, serta konsultasi kesehatan dasar bersama tenaga medis profesional. Selain itu, kegiatan donor darah juga mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.

Ketua Tim Pelaksana, Reffi Naufal, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat desa, tidak hanya dalam aspek ekonomi tetapi juga kesehatan.
“Kami ingin Sekolah Perempuan Plus menjadi wadah pemberdayaan yang menyeluruh — bukan hanya fokus pada keterampilan dan usaha, tetapi juga menjaga kesehatan peserta agar tetap produktif dalam berkarya,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu peserta, Ibu Iswati, mengungkapkan rasa senangnya bisa mengikuti kegiatan ini.
“Biasanya kami jarang periksa kesehatan, apalagi gratis seperti ini. Jadi sangat bermanfaat. Kami juga jadi tahu kondisi tubuh sendiri,” tuturnya.
Melalui Sekolah Perempuan Plus 2025, para perempuan Desa Kandangrejo tidak hanya memperoleh keterampilan dan pengetahuan kewirausahaan, tetapi juga mendapatkan perhatian terhadap aspek kesehatan yang menjadi dasar penting dalam mendukung kemandirian ekonomi keluarga. Dengan langkah-langkah kecil namun berdampak besar seperti ini, program diharapkan terus menjadi inspirasi pemberdayaan perempuan desa yang berkelanjutan dan berdampak nyata.
