You are currently viewing PPK Ormawa IMM Al Haytham Gandeng Mitra Bank Sampah Resik SejahteraKelurahan Sambiroto untuk Sinergikan Program Pengabdian Masyarakat

Kabupaten Semarang – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Al Haytham Universitas Muhammadiyah Semarang menggelar Program Maggot aquafed I yang berfokus pada Pelatihan Pembudidayaan maggot dari telur hingga panen di Kantor Kelurahan Pringapus, Kabupaten Semarang (12/ 7). Program pelatihan ini menjadi langkah kedua Upaya PPK Ormawa IMM Al Haytham memperkuat outcome yang akan dicapai yaitu, Pengembangan usaha budidaya lele dengan integrasi pengolahan sampah organic dalam mendukung efisiensi pakan.

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di kabupaten atau kota setidaknya menerima sekitar 850-900 ton sampah setiap hari, yang tentunya menjadi sebuah tantangan dalam proses pengolahan sampah yang dihasilkan. Pemerintah tentunya telah melakukan berbagai Upaya untuk mengelola sampah, seperti meningkatkan kesadaran masyrakat, mengembangkan sistem pengangkutan cerdas, dan mengubah system open dumping menjadi sanitary landfill. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan warga kelurahan pringapus hingga jajaran pengurus kelurahan pringapus Kabupaten Semarang.

Dalam rangkaian pembukaan penyelenggaraan pelatihan ini Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa IMM Al Haytham IMMawan Haidar Adnan menyampaikan apresiasi yang sangat terhadap sambutan hangat warga kelurahan pringapus yang berpartisipatif dalam pelaksanaan program kerja maggot aquafeed I. Selama pelaksanaan, warga dan jajaran Kelurahan Pringapus memperoleh materi yang disampaikan oleh Bapak Suparno Pengurus Bank Sampah Resik Sejahtera kelurahan sambiroto Kecamatan Tembalang memaparkan Mengolah Sampah Organik dengan Maggot (Black Soldier Fly) BSF.

Saat penyampaian materi, Bapak Suparno menyampaikan peluang yang sangat menjanjikan dalam budidaya maggot berbagai hal diantaranya, sebagai bahan baku alternatif pakan ikan dan unggas, dapat diproduksi secara kuantitas tanpa membutuhkan lahan yang luas, waktu panen yang relative cepat dengan rentang dalam 15-20 hari, saling berkesinambungan, bisa digunakan sebagai pakan fresh ataupun tepung serta dried maggot dan peluang terakhir dama budidaya maggot ini tentunya tak butuh modal besar yang perlu dianggarkan. Berbagai peluang yang nampak dalam budidaya, tentunya terdapat tantangan yaitu, tidak semua orang berani memulung sampah khususnya sampah sisa dapur dan sampah di Indonesia rata-rata belum terpilah.

Rangkaian materi tersebut yang juga disambung dengan diskusi serta melihat langsung siklus kehidupan maggot dari tahap telur sampai bentuk lalat BSF, yang tentunya mempunyai potensi utama sebagai pengurai bahan organik yang sangat efektif terutama dalam mengurangi jumlah sampah dapur organik rumah tangga oleh warga. Melalui penyelenggaraan Pelatihan Budidaya maggot ini diharapkan menjadi langkah mengurangi sampah organik limbah dapur rumah tangga untuk lahirnya ekosistem masyarakat peduli lingkungan yang berkelanjutan, sekaligus menjadi wadah pembelajaran bersama antar Mahasiswa Tim Pelaksana PPK Ormawa IMM Al Haytam dan Warga Kelurahan Pringapus. Selaras dengan semangat Tim Pelaksana untuk mewujudkan “Lentera : Cahaya Ekonomi Desa”.