You are currently viewing Perkuat Tata Kelola dan Sistem Bank Sampah, TIM PPK Ormawa IMMAl Haytham Unimus Gelar PILAR PRINGAPUS Bersama WargaKelurahan Pringapus

SEMARANG, 05 Juli 2026 — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) PK IMM Al Haytham Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) sukses menggelar program perdana bertajuk PILAR PRINGAPUS (Pilah Limbah RumahTa ngga) pada Minggu, 5 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini dilaksanakan di kediaman Ketua RT 06 RW 02, Kelurahan Pringapus, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, dan dihadiri oleh 28 warga setempat.
Program PILAR PRINGAPUS merupakan bagian dari program besar LENTERA (Lele Sejahtera) — sebuah inisiatif terpadu yang mengintegrasikan pengelolaan sampah organik dengan pengembangan budidaya ikan lele berbasis sistem bioflok di Kelurahan Pringapus. Program ini lahir dari keprihatinan atas tingginya volume timbulan sampah di kelurahan tersebut yang diperkirakan mencapai 1—3 ton per hari, dengan sekitar 60 persen di antaranya berupa sampah organik rumah tangga yang belum dikelola secara optimal.

Kegiatan diisi dengan sesi edukasi dan diskusi interaktif bersama narasumber, Dr. Eko Yulianto, M.Pd., yang menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya sebagai kunci utama pengelolaan lingkungan yang sehat. Ia menyoroti bahwa sampah yang sudah tercampur tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga menyulitkan proses daur ulang maupun pemanfaatan lebih lanjut. “Dirimu adalah lingkunganmu. Sesederhana apapun, yang penting bersih,” ujar Dr. Eko Yulianto, menegaskan bahwa perubahan perilaku dalam mengelola sampah tidak memerlukan infrastruktur besar — cukup dimulai dari kesadaran dan komitmen individu. Dalam paparannya, Dr. Eko Yulianto menyampaikan empat langkah strategis yang dapat diterapkan oleh masyarakat, yakni pembentukan bank sampah di tingkat lingkungan, penerapan sistem pemilahan sampah organik dan anorganik secara konsisten, kolaborasi dengan pengepul lokal sebagai sumber pendapatan kas komunitas, serta penguatan komitmen kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan

Sesi tanya jawab bersama warga semakin memperkaya jalannya diskusi. Wargamengungkapkan bahwa Kelurahan Pringapus sebenarnya telah memiliki bank sampah yang telah berjalan selama dua tahun. Bahkan, komunitas telah menerapkan sistem denda sebesar Rp2.000 setiap dua minggu — atau Rp4.000 per bulan — bagi warga yang tidak menyetorkan sampah sesuai jadwal yang disepakati. Praktik ini dinilai efektif dalam mendorong partisipasi aktif dan tanggung jawab bersama warga terhadap lingkungannya. Kegiatan ini merupakan implementasi perdana dari serangkaian program yang akan terus bergulir, termasuk MAGGOT AQUAFEED, DESALE (Demo Masak Lele), dan LELADA (Lele Lezat Anak Desa) — keempat program yang dirancang untuk mewujudkan Kelurahan Pringapus sebagai Desa Wirausaha yang mandiri, produktif, dan berdaya saing. Program LENTERA sendiri berada di bawah bimbingan Dosen Pendamping Dr. Siti Aminah, S.TP, M.Si., dan didukung penuh oleh Pemerintah Kelurahan Pringapus serta berbagai mitra strategis.