Desa Kandangrejo, Grobogan, 27 Desember 2025 – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ahmad Dahlan FTIK Universitas Muhammadiyah Semarang kembali melanjutkan rangkaian Sekolah Perempuan Plus 2025 di Desa Kandangrejo, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan.
Pada pertemuan kali ini, kegiatan memasuki tahap Pembekalan Minat, yang menjadi momen awal bagi peserta untuk mulai menerapkan keterampilan sesuai bidang yang telah mereka pilih, yakni bidang tata rias dan pengolahan bawang merah.

Tim pelaksana PPK Ormawa IMM Ahmad Dahlan menggelar dua kegiatan berbeda secara paralel. Peserta di bidang tata rias mengikuti sesi bertema acara ceremonial, di mana mereka belajar teknik merias wajah untuk kegiatan resmi seperti wisuda, pernikahan, dan acara formal lainnya. Sementara itu, peserta di bidang pengolahan bawang merah mulai mempraktikkan proses produksi bawang goreng, termasuk tahap penggorengan hingga pengemasan produk siap jual.
Ketua Tim Pelaksana, Reffi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk mempraktikkan hasil pembelajaran yang telah diberikan pada sesi-sesi sebelumnya.
“Kami ingin peserta benar-benar menerapkan ilmu yang sudah didapat, bukan hanya teori. Baik bidang tata rias maupun pengolahan bawang merah, keduanya punya potensi besar untuk dikembangkan menjadi usaha mandiri,” jelasnya.
Salah satu peserta bidang pengolahan bawang merah, Bu Umiyati, juga menyampaikan pengalamannya setelah mengikuti kegiatan ini.
“Saya baru tahu ternyata proses pengemasan yang rapi bisa membuat bawang goreng terlihat lebih menarik dan bisa dijual di toko. Jadi semangat sekali rasanya, ingin terus belajar biar bisa punya usaha sendiri,” tuturnya antusias.

Melalui rangkaian Sekolah Perempuan Plus 2025, para perempuan Desa Kandangrejo tidak hanya memperoleh keterampilan di bidang tata rias dan pengolahan hasil pertanian, tetapi juga mendapatkan pengetahuan kewirausahaan serta pengelolaan usaha. Dengan bekal tersebut, program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi keluarga sekaligus memperkuat peran perempuan desa dalam pembangunan lokal.